Find Me !

twitterfacebookgoogle pluslinkedinrss feedemail

Pages

Monday, April 7, 2014

PKM-GT “MAGIC TURBIN VENTILATOR , KONSEP PEMANFAATAN TURBIN VENTILATOR SEBAGAI PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA ANGIN DI KAWASAN INDUSTRI DI INDONESIA”



RINGKASAN

Emisi karbon ke lingkungan dalam sumber listrik tenaga angin diperoleh dari proses manufaktur komponen serta proses pengerjaannya di tempat yang akan didirikan pembangkit listrik tenaga angin. Namun dalam operasinya membangkitkan listrik, secara praktis pembangkit listrik tenaga angin ini tidak menghasilkan emisi yang berarti. Jika dibandingkan dengan pembangkit listrik dengan batubara, emisi karbon dioksida pembangkit listrik tenaga angin ini hanya seperseratusnya saja. Disamping karbon dioksida, pembangkit listrik tenaga angin menghasilkan sulfur dioksida, nitrogen oksida, polutan atmosfir yang lebih sedikit jika dibandingkan dengan pembangkit listrik dengan menggunakan batubara ataupun gas. Namun begitu, pembangkit listrik tenaga angin ini tidak sepenuhnya ramah lingkungan, terdapat beberapa masalah yang terjadi akibat penggunaan sumber energi angin sebagai pembangkit listrik, diantaranya adalah dampak visual , derau suara, beberapa masalah ekologi, dan keindahan.

Magic Turbin Ventilator merupakan sistem pembangkit listrik tenaga angin. Pembangkit tenaga listrik yang dihasilkan pada magic turbin ventilator ini mungkin kecil, namun dalam kawasan industri apabila digunakan dalam jumlah yang banyak tidak memungkinkan akan menghasilkan tenaga listrik yang besar. Dalam hal ini, Konsep yang digunakan dalam Magic Turbin Ventilator hampir sama dengan konsep kincir angin sebagai penghasil listrik enaga angin yang sudah banyak diterapkan di banyak belahan dunia. Berbeda dengan kincir angin yang butuh angin berkecepatan tinggi untuk menggerakannya, Magic Turbin Ventilator hanya memerlukan angin dengan kecepatan rendah untuk menggerakanya.
Guna mewujudkan konsep ini di kawasan industri di Indonesia, memerlukan konsep yang sederhana dan tidak terlalu rumit. Karena konsep dari Magic Turbin Ventilator ini bekerja seperti kincir angin pada umumnya. Dengan hanya menambahkan turbin angin pada ventilator dan generator yang mengubah energi gerak menjadi listik, diharapkan penggunaan listrik dari PLN dapat diminimalisir dan perusahaan di kawasan industri dapat memperkecil biaya operasional.
1
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
PT PLN (Persero) mencatat pertumbuhan pemakaian listrik hingga akhir Mei 2013 sebesar 16,07 Tera Watt hour (TWh) atau tumbuh 9,96 % bila dibanding dengan pemakaian listrik pada Mei 2012 sebesar 14,61 TWh. Masyarakat Kelistrikan Indonesia (MKI) memperkirakan, kebutuhan tenaga listrik di Indonesia akan meningkat pesat dalam beberapa tahun ke depan. kebutuhan tenaga listrik masyarakat dan industri terus meningkat seiring pertumbuhan ekonomi nasional. Untuk itu partisipasi swasta dan daerah dalam penyediaan listrik perlu ditingkatkan.
Yang perlu menjadi perhatian adalah bagaimana kita menyikapi hal tersebut dengan memberiakn solusi yang efektif, antara lain dengan memanfaatkan sumber energi terbarukan yang ramah lingkungan, sehingga dapat memberikan tambahan cadangan listrik bagi kehidupan kita. Salah satu sumber energi yang dapat dimanfaatkan dan sesuai untuk diterapkan di Indonesia adalah energi angin. Keuntungan utama dari penggunaan pembangkit listrik tenaga angin secara prinsipnya adalah disebabkan karena sifatnya yang terbarukan. Hal ini berarti eksploitasi sumber energi ini tidak akan membuat sumber daya angin yang berkurang seperti halnya penggunaan bahan bakar fosil. Oleh karenanya tenaga angin dapat berkontribusi dalam ketahanan energi dunia di masa depan. Tenaga angin juga merupakan sumber energi yang ramah lingkungan, dimana penggunaannya tidak mengakibatkan emisi gas buang atau polusi yang berarti ke lingkungan. Namun di wilayah kawasan industri di Indonesia tidak semuanya mempunyaikecepatan angin yang besar untuk menggerakan kincir atau turbin sebagai penghasil energi listrik.
  Berkenaan dengan hal ini, penulis memunculkan sebuah gagasan solutif, yang dapat di aplikasikan di seluruh kawasan industri di Indonesia. Sebuah konsep yang jauh lebih ramah lingkungan, efisien, serta mampu menghemat penggunaan energi listrik. Konsep ini bernama Magic Turbin Ventilator.
Konsep ini adalah konsep pemanfaatan gerakan turbin ventilator yang digerakan oleh angin pada atap pabrik di kawasan industri di Indonesia. Konsep yang dipakai hampir sama dengan konsep kincir angin sebagai penghasil listrik enaga angin yang sudah banyak diterapkan di banyak belahan dunia. Berbeda dengan kincir angin yang butuh angin berkecepatan tinggi untuk menggerakannya, Magic Turbin Ventilator hanya memerlukan angin dengan kecepatan rendah untuk menggerakanya . Dengan adanya sistem ini diharapkan penggunaan listrik dapat diminimalisir dan perusahaan di kawasan industri dapat memperkecil biaya operasional.
2
 

1.2 Tujuan
Dengan adanya konsep ini, tujuan yang diharapkan adalah :
1.      Memanfaatkan turbin ventilator sebagai pembangkit listrik tenaga angin di kawasan industri di Indonesia dengan konsep Magic Turbin Ventilator.
2.      Memberikan gambaran konsep bagaimana cara kerja Magic Turbin Ventilator sebagai pembangkit listrik tenaga angin di kawasan industri di Indonesia.
1.3 Manfaat
Konsep ini mempunyai manfaat besar terutama dalam penyelesaian masalah yang ada di Indonesia saat ini, terutama dalam permasalahan terkait energi listrik. Konsep ini akan membuka gambaran terhadap potensi yang diberikan bila konsep ini mampu direalisasikan. Selain penghematan energi listrik, efisiensi, dan konsep ramah lingkungan, konsep ini juga menawarkan sebuah langkah tepat pemanfaatan energi terbarukan.
BAB II GAGASAN
2.1  Kondisi Saat Ini
Dewasa ini banyak sekali persoalan terkait energi dari angin. Mulai dari pemanfaatan yang kurang tepat hingga ketidakrataan kecepatan angin di indonesia. Serta energi angin yang terbuang sia-sia tanpa di manfaatkan dan besarnya penggunaan energi listrik, sistem pembangkit listrik tenaga kincir angin yang ada saat ini tidak dapat di terapkan di seluruh wilayah indonesia, karena ketidakrataan kecepatan angin sebagai penggerak kincir .

Gambar 2.1 turbin ventilator pada umumnya


2.2  Solusi Yang Pernah Ada
Dengan semakin meningkatnya kebutuhan penggunaan energi listrik seiring berjalanya waktu, tentu menjadi permasalahan baru di Indonesia khususnya pada pelaku sektor industri. Salah satu permasalahan yang dirasakan kalangan industri adalah tingginya bahaya pengeluaran perusahaan dalm hal opersional khususnya dalm pemenuhan kebutuhan energi listrik.
Konsep pemanfaatan energi angin sebagai pembangkit listrik yang sudah lama ada ternyata masih sulit diterapkan di indonesia karena pengaruh kecepatan angin yang rendah dan faktor lain, apalagi bila diterapkan di kawasan industri, tentu akan banyak memakan tempat. Oleh karena itu sistem yang sudah ada saat ini dirasa masih kurang efektif jika diterapkan diwilayah Indonesia khususnya di wilayah kawasan industri yang kecepatan anginya tidak terlalu besar serta tempat yang terbatas.





Gambar 2.2 kincir angin pada daerah pesisir yang perlu lahan luas dan kecepatan angin tinggi.
 


2.3 
4
Deskripsi Ide
2.3.1 Deskripsi Umum
Agar konsep ini dapat terealiasasi di Indonesia, tentu diperlukan strategi yang logis dan efisien. Untuk itu Magic Turbin Ventilator.
Cara kerja dari magic turbin ventilator sebagai pembangkitan listrik tenaga angin ini tidak jauh berbeda dengan cara kerja pembangkit listrik tenaga angin pada umumnya yaitu awalnya energi angin memutar turbin angin. Turbin angin bekerja berkebalikan dengan kipas angin (bukan menggunakan listrik untuk menghasilkan angin, namun menggunakan angin untuk menghasilkan listrik).  Kemudian angin akan memutar sudut turbin, lalu diteruskan untuk memutar rotor pada generator di bagian belakang turbin angin. Generator mengubah energi gerak menjadi energi listrik dengan teori medan elektromagnetik, yaitu poros pada generator dipasang dengan material ferromagnetik permanen. Setelah itu di sekeliling poros terdapat stator yang bentuk fisisnya adalah kumparan-kumparan kawat yang membentuk loop. Ketika poros generator mulai berputar maka akan terjadi perubahan fluks pada stator yang akhirnya karena terjadi perubahan fluks ini akan dihasilkan tegangan dan arus listrik tertentu. Tegangan dan arus listrik yang dihasilkan oleh generator ini berupa AC (alternating current) yang memiliki bentuk gelombang kurang lebih sinusoidal. Energi Listrik ini akan disimpan kedalam baterai sebelum dapat dimanfaatkan.

2.3.2 Detail dan Manfaat Konsep
Pada sistem magic turbin ventilator ini turbin ventilator berfungsi sebagai pembangkit listrik tenaga angin. Dengan dimanfaatkanya turbin ventilator ini pada kawasan industri, diharapkan penggunaan energi listrik berasal dari magic turbin ventilator sehingga perusahaan bisa mengurangi pengeluaran untuk biaya operasional.



5
MULAI
Detail 2.3 Flow chart cara kerja Magic Turbin Ventilator

Energi angin memutar turbin ventilator
Turbin ventilator memutar rotor pada generator
Generator mengubah energi gerak menjadi energi listrik dengan teori medan elektromagnetik
Poros generator berputar, terjadi perubahan fluks pada stator
Generator menghasilkan energi listrik AC dengan bentuk gelombang sinusoidal
Energi listrik disimpan pada baterai yang berkapasitas besar untuk memenuhi kebutuhan energi listrik di perusahaan
Siklus kembali ke proses
Tidak
Ya
 















Kami memberikan gagasan tentang penggunaan turbin ventilator yang lebih efisien dibandingkan pemanfaatan energi angin sebelumnya yang menggunakan kincir angin yang tidak efisien karena pembangkit listrik tenaga angin ini tidak sepenuhnya ramah lingkungan, terdapat beberapa masalah yang terjadi akibat penggunaan sumber energi angin sebagai pembangkit listrik, diantaranya adalah dampak visual , derau suara, beberapa masalah ekologi, dan keindahan. Dampak visual biasanya merupakan hal yang paling serius dikritik. Penggunaan ladang angin sebagai pembangkit listrik membutuhkan luas lahan yang tidak sedikit dan tidak mungkin untuk disembunyikan. Penempatan ladang angin pada lahan yang masih dapat digunakan untuk keperluan yang lain dapat menjadi persoalan tersendiri bagi penduduk setempat. Selain mengganggu pandangan akibat pemasangan barisan pembangkit angin, penggunaan lahan untuk pembangkit angin dapat mengurangi lahan pertanian serta pemukiman. Hal ini yang membuat pembangkitan tenaga angin di daratan menjadi terbatas.
6
Efek lain akibat penggunaan turbin angin adalah terjadinya derau frekuensi rendah. Putaran dari sudu-sudu turbin angin dengan frekuensi konstan lebih mengganggu daripada suara angin pada ranting pohon. Selain derau dari sudu-sudu turbin, penggunaan gearbox serta generator dapat menyebabkan derau suara mekanis dan juga derau suara listrik. Dalam keadaan tertentu turbin angin dapat juga menyebabkan interferensi elektromagnetik, mengganggu penerimaan sinyal televisi atau transmisi gelombang mikro untuk perkomunikasian.
Disini kita memberikan solusi atas dampak dari desain dan aplikasi dari turbin yang sebelumnya telah ada yakni dengan pemanfaatan energi angin di wilayah industri atau pemukiman di indonesia sebagai pembangkit listrik menggunakan Magic Turbin Ventilator.

2.4  Pihak Pendukung
Dalam hal ini, pihak yang dirasa paling besar peranannya adalah pemerintah, dinas perindustrian, dan juga manajemen peusahaan. Namun peranan stakeholders tersebut saling terkoordinasi sehingga membentuk sistem yang baik.
Pemerintah memegang peran penting sebagai pendukung diaplikasikannya konsep ini. Bagian pemerintah yang paling cocok terkait hal ini adalah kementerian riset dan teknologi dan kementrian perindustrian. Kementerian tersebut akan bekerjasama dengan para ahli untuk menyempurnakan konsep ini agar mampu diaplikasikan sesuai keadaan alam di Indonesia.
Pemegang peran terpenting kedua adalah dinas perindustrian. Dinas perindustrian bertanggung jawab untuk pembuatan dan penerapan kebijakan penggunaan Magic Turbin Ventilator pada perusahaan. Namun kali ini dinas perindustrian harus menyediakan tim khusus sebagai teknisi terkait dengan pengaplikasian magic turbin ventilator di perusahaan, serta tenaga ahli dalam bidang teknologi  dan pemasangan serta inspeksi metode pemanfaatan energi angin menggunakan magic ventilator dalam konsep ini.
7
Peranan penting yang terakhir adalah peranan manajemen perusahaan. Manajemen perusahaan adalah pihak terpenting dalam pengambilan kebijakan dan keputusan dalam perusahaan. Manajemen perusahaan berfungsi sebagai pengambil keputusan yang akan diterapkan pada perusahaan serta kebijakan yang akan diambil dalam suatu perusahaan. Tentu dengan mengaplikasikan magic turbin ventilator di perusahaan akan sangat menghemat penggunaan listrik yang bersumber dari PLN, karena kebutuhan listrik di perusahaan dapat terbantu dari pembangkit listrik alternatif dari Magic Turbin Ventilator.

2.5  Langkah Strategis
Guna mendukung direalisasikannya konsep ini, telah disiapkan strategi khusus dalam penerapan konsep ini di dunia nyata.
Pemerintah
Kementrian riset dan teknologi
Kementrian perindustrian
Manajemen perusahaan
Gambar 2.4    Gambaran Garis Rencana Strategis Pengaplikasian
                       Magic turbin ventilator
    
Instruksi Pengaplikasian MAGIC TURBIN VENTILATOR
Intruksi Pembelajaran Dan Pemeliharaan Teknologi
Penyempurnaan Konsep

Koordiansi







Sebelum dapat menginstruksikan pemasangan magic turbin ventilator, tentu dibutuhkan konsep yang sempurna serta detail yang terperinci. Disinilah kementrian riset dan teknologi mampu mengambil alih. Para ahli dibutuhkan untuk menciptakan magic turbin ventilator yang sempurna dan sesuai dengan kondisi alam Indonesia. Selanjutnya, pemerintah dapat menginstruksikan kepada manajemen perusahaan untuk menginstalasi magic turbin ventilator, Tentu ada keuntungan tersendiri bagi manajemen perusahaan. Bagi manajemen perusahaan, menggunakan teknologi terbaru diperusahaan tentu akan menambah keuntungan dan engurangi biaya operasional. Setelah terbukti berhasil, magic turbin ventilator dapat diproduksi secara masal.
8
Instruksi akan berlanjut kepada dinas perindustrian. Sebagai pengurus kebijakan di bidang industri, dinas perindustrian tentu secara tak langsung menjadi koordinator lapangan. Mereka juga bertanggung jawab atas teknologi ini yang terinstalasi di perusahaan. Terlebih lagi adalah memantau perjalanan serta pengaplikasian magic turbin ventilator di perusahaan. Tentu pembelajaran lebih lanjut terkait teknologi ini diperlukan. Pembelajaran dapat dilakukan melalui tim riset dari kementrian riset dan teknologi, dan juga melalui manajemen perusahaan secara langsung. Dengan demikian, pemeliharaan magic turbin ventilator akan lebih optimal.

BAB III KESIMPULAN
Magic turbin ventilator merupakan pemanfaatan turbin ventilator di atap pabrik sebagai pembangkit listrik tenaga angin guna penghematan penggunaan energi listrik yang berasal dari PLN, sehingga diharapkan biaya operasional perusahaan dapat dikurangi dan keuntungan perusahaan lebih maksimal. Pemerintah saat ini tengah gencar-gencarnya menggalakkan penghematan energi dan pemanfaatan energi terbarukan. Dengan memanfaatkan tenaga angin di indonesia sebagai pembangkit listrik, tentu akan menghemat penggunaan listrik yang bersumber dari PLN di Indonesia. Guna meralisasikan magic turbin vetilator di kehidupan nyata, dibutuhkan riset lebih lanjut yang logis dan efisien serta rencana strategis yang solid dan sesuai keadaan. Guna mewujudkan konsep ini, ada tiga stakeholders yang berperan penting dalam konsep magic turbin ventilator, yakni pemerintah, dinas perindustrian, dan juga manajemen peusahaan. Bila kerja sama yang baik antara ketiga pihak tersebut terjalin, maka konsep akan terlahir lebih sempurna dan dapat direalisasikan pada keadaan Indonesia di kemudian hari, sehingga akan tercapai lingkungan Indonesia yang hemat energi dengan mamemanfaatkan energi terbarukan.


9
 
DAFTAR PUSTAKA
Greenpeace Indonesia (2013).Tenaga Angin Greenpeace indonesia. From http:// Tenaga Angin Greenpeace Indonesia.htm , 23 Maret 2014

Feri Kristianto (2014). Kebutuhan Listrik Nasional Capai 386,7 TWh Hingga 2022. Dari http://Kebutuhan Listrik Nasional Capai 386,7 TWh Hingga 2022   Industri - Bisnis.com , 25 Maret 2014

Firman Sasongko (2009). Dampak Lingkungan Pembangkit Listrik Tenaga Angin. Dari http:// Dampak Lingkungan Pembangkit Listrik Tenaga Angin   Konversi ITB.htm, 25 Maret 2014

Kompas (2011). Kebutuhan Listrik Tumbuh 5.500 MW Per Tahun. Dari http:// Kebutuhan Listrik Tumbuh 5.500 MW Per Tahun - Kompas.com , 24 Maret 2014

Romadoni (2013). pembangkit listrik tenaga angin. from http:// pembangkit listrik tenaga angin.com , 23 Maret 2014

Pretty Hate CNC Machine (Kecelakaan kerja pada mesin CNC)



Entah apa yang terjadi hari ini kamis, 3 april 2014 tepatnya pukul 17.48 WIB tadi??
what the fuck moment,hal yang paling aku takutkan dalam hidup atau tepatnya dalam perkuliahan akhirnya terjadi,entah apa penyebabnya,entah setan mana yang sedang merasuk yang jelas ini adalah kisah jejak terhina. Bagaimana tidak, hal yang selalu aku lakukan secara hati-hati dan penuh penuh perhitungan ternyata jauh dari keinginanku, entah karena raga ini sudah terlalu lelah atau mental ini sudah terlalu layu akan panasnya cuaca di surabaya ataukah memang konsentrasi yang sudah mulai berkurang karena stamina yang mulai menurun demi menjalankan amaliyah sunnah. Persetan dengan semuanya dengan jiwa besar aku mengakui bahwa itu semua karena kesalahanku sendiri,” tak usahlah menyalahkan stamina, konsentrasi ataupun setan “ dalam hati bergejolak setelah kejadian itu.oke dari pada bingung ini kronologi ceritanya.

(logo ITS, karena saya anak 2011 maka saya masih almamater ITS)




Sore itu seperti biasa layaknya hari kamis sebelumnya jadwal perkuliahan adalah praktek CNC, mata kuliah yang ‘paling diunggulkan’ di program studi saya Teknik Desain dan Manufaktur – Politeknik perkapalan negeri surabaya (PPNS-ITS). Sejak awal saya sangat takut segala mata kuliah yang berbasis praktikum, apalagi menyangkut mesin dan alat-alat berbahaya lainnya. Hal ini bukan tanpa alasan karena dari tes psikologi waktu SMA saya memang tidak cocok bekerja pada bidang yang mengunggulkan kemampuan psikomotorik,tapi apalah daya ini semua memang berawal dari salah jurusan,kalau kata pepatah “NASI SUDAH MENJADI BUBUR,TAPI SEKALIAN AJA TAMBAHIN AYAM SUWIR DAN BAWANG GORENG” sejak dulu saya mencoba mengaplikasikan pepatah tadi,tapi memang sulit, tiap ada pelajaran praktikum saya selalu merasa phobia,berkali-kali aku melawan tetap saja masih phobia. Terlebih lagi saya kuliah di politeknik, asal kalian tahu sistem belajar di politeknik berbeda dengan di universitas ataupun institut, di politeknik jam kuliah untuk praktikum lebih banyak dari pada jam teori (lebih gampangnya bayangkan seperti sistem belajar STM / SMK). Dan disini terjadi perang batin,pola pikir saya yang cenderung anak SMA banget ehh malah dipaksa jadi anak STM -_- . ah sudahlah terima saja,kita kembali ke tema utama.







Hari ini seperti biasa saya praktikum CNC di gedung bengkel baru kampus PPNS-ITS,entah kenapa firasat mulai tidak enak waktu awal memasuki gedung itu. Hari itu pertama kali terbersit keinginan untuk bolos kuliah, tapi dalam hati berkata “ngapain bolos, toh di kos juga gak ngapa-ngapain”. Seperti biasa kegiatan perkuliahan diawali dengan berbaris 3 shaf, dan menghitung jumlah mahasiswa yang hadir,berdoa dan memulai praktikum, awal praktikum berjalan seperti biasa,saya tetap dengan hasil tes psikologi saya yang sangat tidak dianjurkan untuk bekerja di lapangan, tapi entah kenapa hari itu saya agak bersemangat untuk praktikum, dalam hati mengira kalo sekarang saya sudah bisa beradaptasi sampai akhirnya kejadian sial dan terkutuk terjadi pukul 17.48 WIB. What the fucking moment saat menggerakkan tool datum ke zero setter ternyata kebablasan padahal saya sudah berhati-hati dan terlalu hati-hati(kata teman saya), tool datum patah dan zero setter berbekas, shock, hanya itu yang kurasa saat itu, aku sudah tidak terlalu mendengar apa yang orang disekelilingku katakan kepadaku,”FUUUUUUUUUUUUUUUCKKKKKKKKKKKKKK WHAT A STUPID ME,WHAT I AM DOING?”.dosen pun datang dan memeriksa keadaan 2 alat tersebut,katanya aman,alat tidak rusak dan mari sholat magrib dulu. Agak sedikit lega hati ini tapi masih terbayang harga zero setter yang mencapai Rp. 2 juta. Are you fucking kidding me? No bitch its true, itu memang harga 1 buah zero setter di pasaran, 


(gambar zero sitter)

sholat magrib kali itu dipenuhi rasa cemas, doaku waktu itu hanya memohon perlindungan,gak kebayang rasanya kalo saya harus mengganti benda semahal itu, sebagai mahasiswa dan anak kos yang jauh dari kata sejahtera,hal itu semacam bencana,embargo atau apalah namanya, bisa-bisa jata uang saku bisa habis buat gantiin benda itu. Dan selama 1 tahun saya Cuma bisa makan mie instan.tapi akhirnya hal itu tidak terjadi, karena dari hasil pemeriksaan alat tersebut tidak mengalami kerusakan, “alhamdulillah,dan saya langsung nadzar untuk puasa selama 7 hari”. Dari kebijakan para dosen saya Cuma disuruh ganti centro fix yang pecah entah karene ulah siapa.dan harganya lumayanlah jika dibandingkan zero sitter,harganya sekitar Rp.200 ribuan (tapi namanya anak kos,tetap aja berat).
Ini sudah kali ke dua saya merusakkan alat praktikum di PPNS . yang pertama saya merusakkan handle tapper, gak papalah hitung-hitung sedekah ke kaum yang membutuhkan. Inilah satu dari banyak alasan mengapa saya males ikut kuliah praktikum,entah Cuma di PPNS atau di kampus lain juga gini, kalo mahasiswa tidak sengaja merusak peralatan praktikum, maka mahasiswa harus mengganti alat tersebut. Maksud saya, apakah tidak ada anggaran dari pihak kampus akan hal-hal seperti ini, jujur ini sangat memberatkan saya,kalo gini aturannya, saya semakin malas untuk kuliah praktikum, ibaratnya kalo kuliah praktikum itu kita kayak berjudi, kalo berhasil kita dapat ilmu, kalo gagal kita dapat denda. Tapi entahlah, aku kurang suka mengurusi hal-hal seperti itu, karena sejak kecil saya tidak di didik seperti itu.